Selamat Datang Blogger
Belajar Untuk Masa Depan: PUISI
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

Selasa, Agustus 11, 2009

Disini Aku Ada

Masih banyak yang belum kau lalui, jangan anggap pencarianmu telah selesai, apalagi menganggap bahwa apa yang kau temukan sekarang adalah kesempurnaan hidupmu. Biarkan saja hidupmu menggelinding seperti bola salju yang akan semakin membesar. Kau merasakan seperti sekarang ini hanya sebagai agar kau tak menyesal telah berpikir begitu sempit.

Dan sebuah kepingan kenangan masa lalu kelak akan menjadi keping-keping emas yang berharga. Sangat berharga sampai kau enggan menceritakannya kepada anak cucumu. “Terlalu berharga..” Alasanmu kepada mereka. Padahal kau terlalu takut jika nanti anak cucumu menyimpulkan bahwa leluhurnya dulu seorang pengecut yang posesif dan picik.
...

Jangan, jangan sesali warna hidupmu yang nanti pasti akan memudar, dan akan meninggalkan dua warna sejati. Sebuah warna yang sama sekali tidak mengenakkan dipandang sebagai keindahan. Tapi begitulah kebenaran, kebenaran sering berada pada nuansa yang membosankan. Kau bahkan akan lebih menyesal jika hidupmu lurus tanpa tantangan, tanpa penanda kepada generasi bahwa kau pernah ada. Terjalan batu-batu lah yang akan menentukan kualitasmu sebagai manusia. Sepi dan hambar adalah dua rasa yang sama-sama datang dari ketakutan atas fluktuasi. Dua rasa yang sama-sama menjadi obat yang kadaluwarsa.

Lantas kau menjejalkan pada dirimu tentang rupa-rupa sakit hati yang pernah kau alami, seperti ingin membuktikan bahwa hidupmu sudah cukup berwarna. Bahkan terlalu berwarna hingga seluruh hidupmu menjadi pekat, sebab warna yang menghiasi hidupmu sudah bercampur menjadi satu akibat larut oleh air matamu yang terlalu sering keluar.

Tak tahukah kau? Kau terlalu cengeng, menganggap kisah-kisah sedih yang kau alami harus ditangisi, hingga hidupmu tak lagi lembab, bahkan becek oleh air mata yang tak perlu. Sesekali kita memang perlu menangis, tapi bukan tangisan sepertimu yang aku maksud. Tangis itu tangis haru atas perjuangan hidupmu yang telah sampai saat itu. Tangis itu adalah tangis buat sekadar istirahat dan berhenti sejenak, merancang rencana dan menilai langkah-langkah masa lalu untuk kau jadikan bekal bagi hidupmu selanjutnya. Hidup tak selalu bergerak maju, terkadang kita juga perlu mundur beberapa langkah untuk sebuah loncatan besar.

Cinta? Kau masih tega bicara tentang cinta? Pada situasi seperti ini sangat memalukan bicara tentang cinta. Cinta akan datang sendiri tanpa dibicarakan, cinta akan datang pada saatnya nanti. Jika masih merasa sebagai bagian dari manusia, tengoklah saudara semanusiamu dulu, adakah yang tengah melambai-lambai dan menengadahkan tangan? Jangan pura-pura tidak tahu, kau cukup tahu untuk mengetahui keadaan mereka, kau manusia yang diberi Tuhan sebuah kecerdasan yang melebihi saudara-saudara yang lain.

Nyatakan cintamu pada manusia-manusia tidak dengan cara yang cengeng seperti sebelumnya, nyatakan dengan sikap terbaikmu. Bukan dengan bunga, sebaris puisi, atau berlembar-lembar mantra pengasihan. Dengan kecerdasanmu, tentu kau sudah tahu maksudku.

Boleh saja mereka mengatakan bahwa kata adalah senjata, tapi bicara saja tak akan cukup menolong. Memang, pada awalnya kata-kata cukup menghibur dan membius. Tapi akan sangat membosankan jika kata-kata yang sama terus menerus kau dengar, sama dan tanpa nyawa.

Kau! Menunggu tidak akan menghasilkan apa-apa…!!

Read more / Selengkapnya...

Senin, September 29, 2008

cinta segi tiga

> Aku Pria Jalang 
> Dari Kumpulannya Yang Terbuang 

> Aku Kecantol Wanita Jalang 
> Demi Tubuhnya Kuhambur Uang 

> Gejolak Hasrat Nafsu Berpetualang 
> Membuat Masakan Di Rumah Terasa Kurang 

> Aku Anak Manusia, Aku Anak Malang 
> Affairku Akhirnya Tercium Orang 

> Karir Suksesku di DPR Akhirnya Hilang 
> Karena Ada Kelemahanku Yang Bisa Diserang 

> Semuanya Hancur Gara-gara Selembar Kutang 
> Kepada Siapa Aku Pantas Berang? 

> Semua Kesalahan Kulimpahkan Kepada Is Jalang 
> Tetapi Sebenarnya Godaan Is Wanita Jalang 

> Takkan Mempan Kalau Akunya Sendiri Tidak Jalang! 
> Kesadaran Selalu Datang Menjelang Petang 

> Kini Yang Ku-punya Tinggal Tulang 
> Tapi Sebelum Aku Berpulang 

> Aku Ingin Berpesan Kepada Sesama Hidung Belang ! 
> Kiamat segera datang...... .!!!! 
> Tobatlah mulai sekarang.... ..rang..rang. Rang.. 

> ------------ --------- --------- ------ 

> "SAYANG" 

> Suamiku yang malang 
> Biar kamu lelaki jalang 
> Aku tetap berusaha sayang 
> Karena kau masih punya uang 
> Kalau tidak, pasti sudah Ku kemplang 
> Atau langsung Ku tendang 
> Do'akan aku yang..... 
> Jangan sampai kesabaranku hilang 
> Dan membuatku berang 
> Tapi kalau Ku ingat kau telanjang 
> Bersama wanita jalang 
> Ingin rasanya kutabur semut rang-rang 
> Disekitar kamu punya barang 
> Agar kau mengerang-ngerang. .. Rang... Rang....rang. ... 

> -------- ----------- ----------- ------------ --------- 

> "Kasihku" 

> MasKU Yang tersayang... ... 
> Kau sudah membuatku mabuk kepayang 
> Karenamu aku bisa hidup senang 
> Kau memanjakanku dengan bergepok uang 
> Walau istrimu berang 
> Aku siap menantang 
> Karena aku terlanjung sayang 
> Ma'af ya Mas, video Kita terlanjur tayang 
> Jutaan Mata sudah memandang 
> Melihat Kita berdua telanjang 
> Aku tak peduli apa kata orang 
> Tentang yang mereka bilang 
> Katanya "punya" Mas tak panjang 
> Bagiku tetap merangsang 
> Karena bulunya rindang 
> Seperti anak burung dalam sarang.... Rang... Rang....rang. ... Read more / Selengkapnya...

Cinta Awet Seperti Permen Karet

Ingin cintamu Awet, seperti permen karet ? waktu pdkt, terasa manis dan butuh perjuangan, buat memperoleh cintanya. Namun kok, makin deket, mulai terasa basi ya ? Wah ... bahaya ! lebih baik, kamu perhatiin lagi resep jitu, agar cinta doimu tetap menderu dan sekaligus menjaga agar doi kamu ngga' mendua :

1. Jujur

Bila ada yang tidak kita sukai dari doi, lebih baik jujur. Kalo' perlu, obrolin saat kita dan dia sedang berduaan saja. Ngga' apa-apa kok, agak sakit sedikit, tapi enak belakangan hari. Seperti, kita ngga' suka melihat kalo' doi terlalu baik, mau mengantarkan semua teman cewe'nya. Ya boleh deh, kita terus terang aja, daripada saling sindir atau berantem.

2. Be Yourself

Jadi diri sendiri, paling baik. ngga' perlu mengubah diri kita menjadi orang lain. Misalnya, kita biasa mengenakan baju casual, jangan lantas berubah pake tank top, rok mini, hanya karena doi.

3. Tulus

Bila kamu mencintai dia, ya tulus aja. Jangan berharap dia akan membalas dengan jumlah sama. Bila sudah menolong dia, misalnya, jangan diungkit-ungkit atau jadi perhitungan

4. Terbuka

Ngga' perlu bohong, soal teman-teman kamu. Terbuka aja, selama ini kita deket dengan siapa dan biasa menghabiskan waktu dimana. Selain doi jadi ngga was-was, kamu juga enak, ngga' perlu sembunyi-sembunyi.

5. Kata "Maaf"

Maaf memang ada batasnya. Namun, ngga' ada salahnya juga kamu selalu siapkan kata maaf. Namanya juga manusia. Pasti ada salah dan ngga' sempurna. Kita sendiri kan ngga' perfect.

6. Kejutan

Jangan segan kita memberi kejutan buat sidia. Misalnya, kita buatkan makanan kesukaannya atau bawakan sekotak coklat. Mmmmm ... doi pasti tambah care sama kamu.

7. Care

Perhatian ! Pasti.Nngga' perlu mengorbankan rupiah, tapi perhatian sekecil apapun berguna banget. Misalnya, doi sakit. Cek deh, sudah makan apa belum. Atau tengok sebentar saja, bagaimana dengan pelajaran dia yang tertinggal.

8. Dekat Keluarga

Awas ! Pacaran dengan doi, berarti kita juga wajib dekat dengan keluarganya. Minimal, kamu kenal dengan mereka. Sehingga, jika ada apa-apa, komunikasinya mudah. Kamu pun bisa mendapat dukungan dari mereka lho.

9. Ngga' Posesif

Memang sih, ngga' enak kalo' ngeliat doi kita akrab dengan banyak orang. Tapi ngga' perlu posesif, kamu selalu memantau dia ada dimana, bersama siapa, dan lagi ngapain. Wah, lama-lama bete juga lho, diawasi seperti pesakitan !

10. Hargai Privacy

Meskipun kita dan doi terbuka, ngga' semua hal bisa dibicarakan berdua. Hargai juga privacy dia. Apa yang perlu kita ketahui dan apa yang sebaiknya jangan kita campuri. Read more / Selengkapnya...

Sabtu, September 27, 2008

P E R P I S A H A N

urang antara kita tlah terbentang
lepaskan tangan saling genggam
tak kan lagi kita bernaung satu payung
maka lambaikan tangan, sayang
biarkan aku terbuang.
Bukan kanan atau kiri
bukan pula pilihan mati atau masuk bui
tapi beda cara pandang kita pada batas cakrawala
mesti kita sadari.
Tak penting tuk disesali, kasih
cinta bukan tali satukan hati
biarkan aku pergi
perpisahan ini mesti terjadi.
Jangan lagi ditangisi, kasihku
tanggalkan kecup mesra kenangan semalam
lupakan bisikan tentang cinta asmara.
Selamat berjuang, sayangku
tetap tegak di medan palagan
gapai mataharimu
sinari lorong-lorong kumuh kota
terangi gubuk-gubuk kusam berdebu
bebaskan mereka yang dihisap angkara peradaban.
Di puncak pergolakan penghabisan
kita berjumpa memimpin massa
kibarkan bendera yang sama.

Batu, 20/8/94

SAJAK CINTA UNTUK DITA

Ketika rakyat berkubang dalam genangan air mata
kita berjumpa

Tatkala petani terusir dari tanah leluhurnya
kita bersua

Saat buruh acungkan kepalan tangan menuntut haknya
kita saling jatuh cinta
karena kita di antara penderitaan mereka
darah kita mengalir di nadinya.

Tapi kini kau begitu jauh
jauh tak terengkuh
oleh angan dan harapan
setelah aku terbuang.

Lewat kangenku pada jalanan
lewat rinduku pada pekik perlawanan
kukirim salam untukmu
meski kau tinggal bayang-bayang semu
ataukah aku yang selalu ragu
pada landasan yang selama ini jadi pijakan
cita-cita masyarakat tanpa penindasan.

Rinduku padamu, Dita
laksana bayi rindukan tetek ibunya
ketika lapar dan dahaga.

Cintaku padamu, Dita
kini terbawa angin senja
kulambaikan tangan perpisahan
sambil mendekap dada yang terluka.

Batu, 22 Agustus ’94 Read more / Selengkapnya...

kecewa

Kecewa I

Ini kali kukecup bibirmu,
perawan lidahku kelu, lugu sambutmu,
tidak kuragu hijau lembaranmu, kasih,
tapi jika tak seindah kenanganmu dulu,
jangan kecewa,
sebab terlalu kasep aku mengenal cinta.

Jakarta, September 1998

Kecewa II

Rumah ini milikmu, milik kita walau cuma beratap cinta dan asa.
Taman ini begitu indah, meski hanya tertanam bunga cinta.
Ranjang ini pun milik kita walau cuma berlapis cinta.
Jangan kecewa jika hanya cinta yang bisa kuberikan.

Jakarta, September 1998

Kecewa III

Jangan biarkan buih laut memanjakanmu.
Jangan biarkan wangi melati merasuki mimpimu.
Jangan biarkan kilau permata hinggap di anganmu.
Jangan kecewa jika yang kita punya cuma cinta.

Jkt, Sep '98

Pengakuan

Tataplah mataku, kasih, tanpa gemetar . Riak gelombang
terpantul bersama luka menganga. Sudah sekian lama
mendera sukma
Sentuhlah jantungku, kasih, rasakan gejolak denyut
kegundahan; sudah lama mengoyak jiwa
Sia-sia kau katupkan bibirmu sebab telah kubaca
lembar-lembar pengakuanmu, jujur kau tuliskan: "nafsu
tak terkendali...."

Jangan takut, kasih, tatap mataku dengan berani.
Sambut tanganku, mari kita lambaikan untuk waktu
yang telah berlalu, walau luka itu tak mungkin
mengatup. Kubuka pengampunanku, ikhlas kuterima air
matamu karena, ternyata
kau masih perawan di malam pertama.

Jakarta, Sep '98

Kenangan

Jalan panjang terbentang itu bukan lamunan,
sayang. Telah kita rintis sejak dalam buaian.
Percuma kau kenang kekasihmu dulu. Kini kau cuma
milikku. Pendam kecewamu, jangan harap lagi masa
lalu membalik diri.

Hujan kala itu di Kaliurang, jadi kenanganmu.
Jangan lagi kauharap kembali, sebab ia tak mungkin
datang lagi.

Tatap mataku, sayang. Jangan lagi palingkan muka.
Jangan lagi menoleh ke belakang. Di rumah ini hanya
ada kita berdua. Read more / Selengkapnya...

PUISI CINTA

Puisi yang Ditulis pada Tahun 1998
Cinta 1
Kutanam sapaku di ladangmu, kasih;
lembut kau sambut dengan senyum;
musim semi ini bermekaran mewangi;
petiklah setangkai, cium baunya;
jangan lagi ada sesal
jika tak seharum milikmu di masa lalu
Kubingkai lukisan cinta di piguramu;
pajanglah di relung hatimu;
pandanglah bila kau rindu;
jangan ada ragu
bila tak seindah milikmu di masa lalu

Jakarta, Agustus 1998

Cinta 2

Benang itu telah kita urai, kasihku
kini terangkai dalam rajutan cinta
senyumlah dan genggam tanganku
langkahkan kaki menuju matahari

Jkt, Agustus 98 Read more / Selengkapnya...

Jumat, September 26, 2008

Syukur dan Nikmat

Jika kau pandangi langit malam

Kau kan temukan pijar bintang-bintang

Dan kau kan dapati sinar sang rembulan

Lalu kau menyanjung, ” Betapa indahnya langit malam ”

Cobalah kau hayati semilir angin berhembus

Cobalah kau resapi gemericik air mengalir

Kau kan terbawa suasana kedamaian…

Lalu kau berkata, ” Betapa agung kekuasaanMu, Tuhan ”

Jika kau keliling dunia

Menikmati anggunnya wajah bumi kita

Kau akan merasa bagaikan setitik pasir yang tak berarti

Lalu hatimu terpesona, ” Betapa luas dan eloknya alam ini ”

Cobalah kau hargai apa yang ada

Cobalah kau syukuri apa yang tercipta

Maka kau akan merasa berarti dan sejahtera

Dan ingatlah, Tuhan Maha Segalanya.. Read more / Selengkapnya...

Bertepuk Sebelah Tangan

Penantian sungguh menyengsarakan badan
Raga tak berdaya, jiwa pun merana
Bertanya-tanya tanpa jawaban kepastian
Berjalan tak tentu arah, tak tahu hendak ke mana

Engkau yang di sana, aku yang di sini
Tempat kita berjarak, jiwa kita tak pernah satu
Sengaja aku meluapkan isi hati ini
Agar cinta yang bersemi tidak diam membatu

Sela-sela menit berkelabat pergi tanpa jejak
Membawa tubuhmu menghilang bersama angin
Begitu cepat perkenalan kita terhembus riak
Memandangku pun dikau tak begitu ingin

Penantian demi penantian bergilir menjadi sahabatku
Sampai pahit pun terasa hambar
Cerita tak berkalimat adalah cintaku
Tangis dan tawa tak mungkin dibawa keluar

Bersenandung kalbuku membawakan puisi-puisi cinta
Mengharapkan yang kuasa membawa mukjizat
Hatimu yang beku tak kunjung berujar kata
Kebekuanmu bagaikan belati membelah semua hajat

Ingin aku berhenti menanti
Agar harkat masih terjaga
Tetapi cinta buta enggan berhenti
Agar harapan bersemayam di dalam dada Read more / Selengkapnya...

RASA INI

Dalam sepiku ada bisikmu…Dalam ingatku ada namamu…Dalam bayangku ada dirimu…Rasa inisemakin bergetar dan kuat saat ada dirimu…Senyum ini tampak indah saat kau ada…Tingkah ini menjadi manja saat kau ada…Apakah rasa ini cinta namanya ataukah sayang…Pikirku selalu ingat kamu dan senyummu…Dalam setiap langkahku ada bayangmu…Sesaatku bertanya dalam hatiku siapa kamu…Apakah arti dirimu untukku…Selalu salam diriku ada waktu untukmu…Saat ku sendiri kurasakan hadirmu…Saat ku rindu kurasakan peluk eratmu…Saat kau bahagaia kurasakan dalam hati ini…Andai ku bisa menggapaimu…Akan ku pasrahkan apapun untukmu…Andai ku tahu dan Kau bisa rasakan rasa ini…Salam sayangku selalu untukmu dari jiwaku… Read more / Selengkapnya...

BARA KAMAR

badanku gemetar.
tak sanggup menahan lelah
mungkin esok aku terkapar
dalam sakit yang parah

hausku tak terminum malam
laparku tak termakan pagi
hanya sahabat bersanding
tertawa mendapat ilmu

tidurku gelisah
kamar tiga begitu panas
meletup,
menyulut,
membakar hati.

sakitku bukan hayat
yang menjadikan mayat
namun, sakit ini menjerat
melumat hati yang tersayat Read more / Selengkapnya...

CERITA CINTA

Senja kutermenung, menatap langit dan rona merah pada mentari.
Merasakan semilir angin yang bergerak mengikuti arah angin.
Dan kegelisahan yang menyesakkan dadaku,
membuat diriku ingin menumpahkan segala keluhan.

Di kegelapan malam, aku mendekapi tidurmu.
Di kegelisahan hati, aku memahamimu.
Dan waktu yang terus berjalan menyaksikan kehidupan,
membuatku selalu berharap
untuk dapat menghabiskan masa terakhirku bersamamu. Read more / Selengkapnya...