setelah sekian lama cari-cari artikel akhirnya ketemu juga sebuah blog yang di buat oleh saudara kita yang di isi dengan kumpulan-kumpulan)
E-book,mp3, dan macam-macam sebagainya yang sangat bermanfaat bagi umat muslim,,silahkan saja kamu klik http://nuryahman.blogspot.com/
SELAMAT MENCOBA
Read more / Selengkapnya...
Beranda Facebook
Selasa, April 20, 2010
Renungan Sejenak
Label: AGAMA
Selasa, Agustus 11, 2009
Supaya tidak termasuk dalam umat yang lemah
Dakwah sangat tergantung pada kekuatan yang dimiliki oleh rijalun dakwah sebagai pengusungnya. Jika mereka lemah maka lemah pula dakwah yang diusungnya. Tentu saja tiada daya kekuatan selain dari pertolongan Allah. Untuk itu ada dua buah do’a yang kita panjatkan kepada Allah,
1. Aku berlindung kepada Allah dari golongan orang-orang sholeh yang tidak mampu berbuat sesuatu.Maksudnya, kita minta pertolongan dari Allah agar kita tidak termasuk dalam golongan tersebut. Tidak cukup bagi kita untuk menjadi orang yang sholeh saja tanpa berusaha mensholehkan orang lain dan berbuat sesuatu untuk lingkungan kita. Sekumpulan orang-orang sholeh masih memungkinkan tidak mampu berbuat sesuatu,
maksudnya bisa jadi sudah berusaha berbuat tetapi belum mencapai hasil yang diinginkan. Bisa jadi karena usahanya belum maksimal, bisa jadi juga karena Allah belum menghendakinya. Karena itu kita senantiasa minta pertolongan Allah agar kita tidak termasuk dalam umat yang lemah. Berbuat sesuatu disini maksudnya amar makruf nahi mungkar.
2. Aku berlindung kepada Allah dari golongan orang-orang kuat yang berbuat dzolim.Ini terkait erat dengan yang pertama tadi. Kita memohon pertolongan Allah agar tidak menjadi umat yang lemah agar kita bisa menghadapi orang-orang kuat yang berbuat dzolim
Read more / Selengkapnya...
Label: AGAMA
Bulan puasa telah datang menghampiri, bulan dimana kita harus menyucikan hati dan pikiran dari ucapan serta perbuatan yang dapat berbuah dosa serta menggagalkan puasa kita. Termasuk salah satunya adalah dilarang berpacaran !! Tetapi apakah kita tidak boleh bertemu atau wakuncar (waktu kunjung pacar) selama sebulan penuh? Waah, bisa-bisa puasa kita lancar tapi hubungan dan komunikasi dengan pacar bolong-bolong. Tentunya kita ingin semuanya berjalan dengan lancar bukan? Puasa jalan terus, pacaran juga jalan terus tetapi tidak melanggar kaidah-kaidah dalam berpuasa.
Karena itu, coba deh kamu ikuti tips-tips berikut ini agar kegiatan puasa dan pacaran kamu dapat saling berdampingan :
1. Pilih waktu bertemu sore hari.
Jika ingin bertemu dengan pacar sebaiknya saat malam datang, siang pergi dan matahari terbenam, karena saat tersebutlah orang yang berpuasa mulai berbuka. Hal ini untuk menghindari batalnya puasa jika bertemu di siang hari. Buatlah janji untuk berbuka bersama pacar,
2.Dilarang berduan !!
” Boleh dua duaan asal tetap di lingkaran
Tapi awas jangan pergi berduaan
Nenek bilang itu berbahaya hey hey hey ”
Titiek Puspa dalam lagunya Marilah Kemari mengatakan dilarang pacaran hanya berduaan saja, karena semakin banyak orang yang bersama kalian maka semakin sedikit pula kesempatan kalian untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.
3.Isi pacaran dengan kegiatan yang berkualitas
Carilah kegiatan bersama pacar yang dapat menyibukkan kamu berdua sehingga menjauhkan kamu dari pikiran-pikiran yang dapat berujung ke tindakan anonoh. Misalnya, kamu berdua dapat menyiapkan menu berbuka dengan masak bersama di rumah, jika tidak handal dalam memasak kamu bisa minta tolong bibi atau ibu untuk membantu.
4.Alihkan pikiran pada hal lain.
Jika ketiga hal tadi sudah dilakukan tetapi kamu tetap tidak dapat menghilangkan pikiran kotor dari kepala kamu, maka sebaiknya kamu mengalihkan pikiran kotor ke sesuatu yang lebih positif. Misalnya perhatikan program televisi atau berbincang dengan orang lain.
Read more / Selengkapnya...
Label: AGAMA
Persiapan Mudik Hari Raya
Hari Raya Lebaran sudah di depan mata, kurang lebih seminggu lagi kita akan merayakan pesta akbar kemenangan. Tentunya kita ingin menghabiskan waktu tersebut dengan berkumpul dengan saudara-saudara tercinta dan mengunjungi kampung halaman atau mudik. Agar kesan Lebaran tetap indah, jangan sampai perjalanan mudik kamu merusaknya.
Tetapkan jadwal mudik dengan keluarga.
Pastikan jadwal mudik tidak bentrok dengan jadwal libur sekolah / kantor kamu. Karena itu, sebaiknya dari jauh-jauh hari sebelumnya kamu sudah mengetahui jadwal libur untuk dapat menentukan tanggal keberangkatan dengan orang rumah serta berapa lama akan melakukan mudik. Pertimbangin juga lama perjalanan sehingga
Persiapkan transportasi yang akan digunakan.
Jika kamu akan mudik menggunakan transportasi umum, sebaiknya pesan tiket perjalanan dari jauh-jauh hari sebelumnya, biasanya dua minggu sebelum Hari Raya tiba. Hal ini untuk menghindari kehabisan tiket serta harga tiket yang melambung tinggi karena ulah calo.
Atau buat kamu akan menggunakan kendaran pribadi, sebaiknya persiapkan kendaraan dalam kondisi prima. Jika kamu cukup handal dalam urusan kendaraan, kamu dapat memeriksa sendiri keadaan kendaraan kamu. Tetapi jika kamu kurang mahir, tidak ada salahnya kamu membawa kendaraan kamu ke bengkel. Sedikit mahal untuk keselamatan sangatlah dianjurkan.
Kantong penuh berkah
Oke, bulan ini memang bulan yang penuh berkah, termasuk dengan urusan kantong karena mendapat kucuran dana dari orang tua dan juga kantor (THR). Banyaknya aktivitas dan kebutuhan serta mengusung tema Lebaran dapat membuat kamu lupa diri dengan pengeluaran. Karena itu, sebaiknya buatlah anggaran dana tentang pengeluaran mudik kamu. Sangatlah penting untuk tidak menggunakan semua uang kamu, karena Lebaran tahun ini jatuh pada awal bulan. Kamu tidak mau kan setelah Hari Raya simpanan keuangan kamu kosong melompong?!?!
Perjalanan yang membosankan.
Meskipun saat ini transportasi sudah serba cepat dan terjangkau, tetapi kadang kala, perjalanan mudik baik yang jauh maupun yang dekat sekalipun, dapat begitu membosankan. Karena itu, untuk menghilangkan kebosanan kamu, bawalah MP3 lengkap dengan koleksi lagu-lagu kesayangan kamu, portable game dengan game-game yang ringan serta majalah yang tidak harus baru tetapi sarat dengan isi. Selain itu, kamu juga dapat mengobrol dengan keluarga kamu ataupun dengan penumpang lain mengenai kejadian-kejadian yang sedang up-to-date misalnya. Mungkin aja dari sini kamu dapat kenalan baru dan siapa tau bisa terus berlanjut J
Make yourself comfortable.
Buatlah dirimu senyaman mungkin selama perjalanan, jangan sampai tujuan awalmu yang ingin merayakan kebahagian bersama dengan saudara di kampung halaman berubah menjadi nightmare karena alasan perjalanan yang kurang nyaman. Bawalah bantal kecil agar posisi dudukmu enak, ini juga untuk menghindari salah urat karena memaksakan beristirahat di tempat duduk yang keras. Atau jika kamu merasa badan kamu sudah sangat pegal, kamu dapat meregangkan otot-otot tubuhmu dengan menggerakkannya ke kiri dan kanan, atau berjalan-jalan di sepanjang koridor kendaraan umum. Untuk yang menggunakan kendaraan pribadi, kamu dapat minggir sebentar di tempat-tempat peristirahatan atau di pom bensin-pom bensin yang terletak di pinggir kanan kiri jalan.
Jaga kondisi kesehatan.
Jika boleh dibilang, point ini yang paling penting dari segalanya karena jika kamu sakit, maka acara mudik yang telah dipersiapkan dengan matang sebelumnya akan hancur seketika. Jaga kondisi dan stamina kamu sebelum, saat Hari Raya dan setelah mudik. Jangan sampai karena terlalu antusias ingin bertemu sanak saudara, kesehatan jadi terbengkalai. Bawalah obat-obatan terutama untuk penyakit yang sering diderita dan siapkan pula penanganan praktis in case terjadi sesuatu.7.
Lepaskan beban pikiran sejenak !
Mudik berarti pula liburan. Karena itu, sebaiknya tinggalkan serta lupakan sejenak urusan-urusan dan juga pikiran berat yang mengganggu. Jangan sampai, tujuan kamu untuk berkumpul dengan saudara yang sudah lama tidak bertemu harus dialihkan karena urusan organisasi di kampus misalnya. Sebaiknya, kamu selesaikan dulu semua urusan sebelum mudik atau jika tidak ada waktu lagi, pendinglah dulu urusan tersebut hingga nanti kamu pulang lagi ke kota asal.
Ingat, persiapan adalah modal utama kamu. Karena itu, persiapkan segalanya dengan baik, Insya Allah mudik kamu pun akan lancar dan tanpa halangan berarti. Jadi, selamat mudik
Read more / Selengkapnya...
Label: AGAMA
Puasa Hampir tiba
Saat ini, umat muslim di seluruh dunia menjalankan puasa sebagai bentuk pasrah diri dan mati raga untuk mengawali bulan Ramadhan yang penuh berkah dan anugerah. Puasa bagi umat muslim berarti menahan lapar dan dahaga, serta menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak dikehendaki oleh Sang Pencipta selama sehari penuh, yaitu mulai dari terbitnya matahari hingga terbenamnya.
Dalam agama Islam, berpuasa merupakan salah satu dari lima rukun Islam yang wajib hukumnya. Selain untuk meningkatkan iman dan ketakwaan, berpuasa juga memiliki manfaat-manfaat lain yang dapat meningkatkan kualitas hidup kamu.
* Berpuasa adalah cara yang paling alami untuk mengeluarkan berat badan yang tidak diperlukan oleh tubuh. Selain itu, dengan berpuasa, kita dapat belajar serta terbiasa untuk membuang berat badan yang tidak diperlukan tubuh tersebut di sepanjang hidup kita.
* Berpuasa dapat mengeluarkan 5 – 10 lt racun di dalam tubuh yang terdapat pada sel, jaringan dan organ penyimpanan orang dewasa. Racun-racun tersebut seperti bahan kimia, drugs, kadar kolesterol yang tinggi, sisa metobolisme tubuh yang tidak dapat dibuang, dll
* Berpuasa dapat mengembalikan energi tubuh yang telah dipakai untuk pembakaran sebelumnya. (misalnya, setelah berolahraga atau mengangkat beban berat.)
* Berpuasa meningkatkan kejernihan mental serta akal pikiranmu sehingga kamu dapat melihat segala permasalahan kehidupan dari perspektif / sudut pandang yang berbeda dan menyelesaikannya dengan bijak.
* Berpuasa membuat kamu tambah bijaksana, mempertinggi spiritualitas, keyakinan dan toleransi dengan sesama.
* Berpuasa membuat kesehatan tubuh kamu optimal sehingga kamu akan merasa seperti lahir kembali. Tingkat kebahagiaanmu akan bertambah, sehingga akan menambah kualitas hidupmu.
Berpuasa banyak manfaatnya, bukan? Karena itu, cobalah untuk nikmati kegiatan berpuasa dan jangan bersungut-sungut menunggu Adzan yang tak kunjung tiba J
Read more / Selengkapnya...
Label: AGAMA
Antara usaha, do'a dan pasrah
Oleh: Arwani Syaerozi
"Berdo’a tanpa usaha bagaikan pengemis, berusaha tanpa do’a bagaikan komunis", adagium ini sangat merakyat, di sisi lain kita pun mendengar seruan bernada pasrah dalam menjalani kehidupan "Hidup matiku ada di tangan Tuhan", saya yakin kebanyakan dari kita pernah mendengar ungkapan tersebut. Lantas apa pesan dari kalimat-kalimat sederhana yang sarat dengan makna ini? Sehingga gaungnya benar-benar merambah ke segenap penjuru dunia.
Entah sadar atau tidak, ternyata hari-hari kita selalu diliputi dengan beragam keinginan dan angan-angan, timbul silih berganti tidak pernah hilang, semakin hari semakin bertambah, karena inilah sebenarnya yang dinamakan dengan tabiat manusia. Potensi "tidak puas" adalah sifat dasar yang selalu melekat dalam diri kita. Munculnya keinginan erat berhubungan dengan adanya ketidak puasan, Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir" (Qs. al Maarij: 19). Kalau kenyataanya demikian, bagaimanakah Islam menyikapi sifat dasar yang melekat dalam diri setiap manusia ini?
Keinginan dan angan-angan di sini sifatnya universal, mencakup cita-cita dan harapan. Seorang pedagang berkeinginan sukses dalam berbisnis, stok dagangannya laku kemudian meraup keuntungan, komunitas pelajar berharap lulus saat ujian sehingga cita-citanya dapat tercapai, para pemikir berangan-angan mewujudkan tatanan sosial masyarakat yang damai sejahtera agar tercipta baldatun thayibah wa rabbun ghafur (gemah ripah loh jinawi). Ujung dari semuanya akan berhubungan dengan "kesuksesan" atau "kegagalan" (predikat berhasil atau gagal).
Pada deskripsi singkat tadi, apakah hanya dengan berusaha kita bisa meraih target yang diinginkan? Adakah unsur-unsur lain yang sekiranya penting diperhatikan dalam menyikapi derasnya angan, keinginan, harapan dan cita-cita? Sebab, bukankah kita sering mendengar kabar kegagalan seorang negarawan dalam menjalankan tugasnya, padahal dia telah mencurahkan segala kemampuan. Atau kita sering mendengar kabar buruk para pelajar dalam menghadapi ujian, padahal mereka telah belajar maksimal, bahkan kita juga sering mendengar cerita orang-orang yang frustasi dan berakhir dengan bunuh diri akibat depresi saat menghadapi kegagalan. Disinilah ajaran Islam datang memberikan solusi atas fenomena di atas, dalam Islam kita dikenalkan anjuran berdo’a dan berpasrah di samping kita dituntut untuk berusaha.
Makna berusaha:"
"Dan katakanlah; bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu" (Qs. at Taubah: 105), spirit berusaha dan berikhtiar terkandung dalam ayat ini. perintah untuk bekerja artinya perintah untuk berusaha keras dalam menggapai suatu tujuan baik duniwai maupun ukhrowi.
Berusaha adalah langkah pertama yang harus dijadikan pijakan seorang muslim dalam meraih sejuta impian dan harapan, tanpa unsur "usaha" jangan berharap orang akan bisa mewujudkan keinginannnya. Rasulullah Saw sebagai suri tauladan telah memberi contoh konkrit dalam hal ini, yaitu dengan terjun berbisnis sebagai upaya memenuhi kebutuhan hidupnya.
Dalam al Qur'an dijelaskan; "Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri" (Qs. ar Ra’d : 11) Artinya, Allah SWT tidak akan merubah keadaan kita selama kita tidak berusaha merubah sebab-sebab kemunduran. Kalaupun terjadi "kesuksesan" tanpa dilalui dengan proses usaha, maka hal itu termasuk dalam katagori anugerah khusus dari Allah, bagaimanapun jika Allah SWT berkehendak maka tidak ada sesuatu pun yang bisa menghalangi. "Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya; jadilah ! maka terjadilah" (Qs. Yasin : 82)
Makna berdo’a:
Dalam segala aktivitas, kita dianjurkan untuk berdo’a memohon pertolongan dan petunjuk dari Allah SWT. al Qur’an menjelaskan; "Dan apabila hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasannya aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku" (Qs. al Baqarah: 186). Menjadi jelaslah bahwa Allah akan mendengar setiap permintaan para hamba-Nya, dan bahkan akan mengabulkan segala permintaanya.
Namun, apa yang dimaksud dengan pengabulan setiap do’a di sini? Apakah Allah akan menuruti setiap permintaan kita (sesuai bentuk, kualitas dan kuantitas) dari apa yang kita inginkan saat berdo’a, atau memiliki makna yang lebih luas?
Pakar tafsir Muhamad bin Ali as Syaukani (w: 1250 H) dalam bukunya fath al Qadir menjelaskan; pengabulan do’a bisa seketika, bisa juga ditunda, bisa sesuai dengan apa yang terlintas saat berdo’a, atau bentuk lain yang lebih bermanfaat bagi si pendo’a. Rasulullah Saw bersabda: "Tidak ada seorang muslim yang berdo’a memohon kepada Allah, yang do’anya tidak mengandung unsur dosa dan pemutusan hubungan persaudaraan, kecuali Allah akan mengabulkan dengan tiga kemungkinan; memberikan apa yang dinginkan, disimpan (pahalanya) hingga di alam akhirat, atau diselamatkan dari bahaya yang mengancam". (HR. Bukhori).
Makna berpasrah:
Di antara ayat al Qur’an yang menjelaskan tentang urgensi tawakkal (berpasrah) bagi pribadi muslim dalam menjalani kehidupan adalah firman Allah dalam surat at Talaq: "Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya, sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu" (Qs. at Talaq: 3)
Dikisahkan, sufi besar Ibrahim bin Adham bertemu dengan seorang pemuda yang tampak gelisah, beliau berkata: saya akan bertanya tentang tiga hal: 1- apakah ada sesuatu di alam ini terjadi tanpa kehendak dari Allah?, Pemuda menjawab: tidak ada. 2- apakah rizkimu bisa berkurang dari apa yang telah ditetapkan oleh Allah?, Pemuda menjawab: tidak, 3- apakah ajalmu bisa datang sebelum tanggal yang telah ditetapkan oleh Allah? Pemuda menjawab: tidak mungkin, kemudian Ibrahim bin Adham berkata: kalau begitu kamu harus mengkhawatirkan apa?
Namun, tawakal (berpasrah) harus diposisikan setelah proses usaha dan berdo’a, hal ini sebagai antisipasi agar kita tidak berburuk sangka terhadap Allah SWT (atas segala ketetapan-Nya). Maka dengan berpasrah saat menunggu hasil jerih payah dan usaha keras, kita diarahkan kepada dua hal positif, yaitu; bersyukur saat menemukan kesuksesan, dan bersabar saat menghadapi kegagalan. Di sinilah Rasulullah Saw bersabda: "saya kagum dengan keadaan orang Islam, semuanya istimewa; ketika sukses mereka bersyukur, dan ketika gagal mereka bersabar" (HR. Muslim).
Epilog:
Dari uraian di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa; dalam menjalani kehidupan di alam fana, kita dianjurkan berusaha keras untuk merealisasikan keinginan dan cita-cita, hal ini tentunya dibarengi dengan berdo’a memohon pertolongan dan petunjuk dari Allah SWT, kemudian apapun hasil dari usaha keras yang telah kita curahkan, semuanya kita kembalikan kepada Allah SWT. Saat usaha kita berhasil kita tidak lupa daratan, begitu juga saat usaha gagal, kita tidak dihinggapi rasa frustasi dan kekecewaan. Yang demikian inilah sebagai bentuk penyelarasan antara tiga hal yang ditekankan dalam ajaran Islam; yaitu berusaha, berdo’a dan berpasrah.
sumber : http://arwani-syaerozi.blogspot.com
Read more / Selengkapnya...
Label: AGAMA
Minggu, Juni 28, 2009
Salahkah Bercita-cita Menjadi Kaya?
“Perumpamaan orang yang membelanjakan hartanya untuk mencari keridhaan Allah seperti sebuah kebun yang terletak di daratan tinggi yang disiram hujan lebat, maka kebun itu akan menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis pun memadai...” (QS al-Baqarah [2]: 265)
Siapa yang menolak jadi jutawan atau milyader? Tentunya hampir semua orang pasti ingin memiliki harta yang berkecukupan. Seseorang dengan uang melimpah bisa membeli semua barang-barang yang diimpikannya. Mau baju bagus, ia bisa membelinya di toko terkenal. Ingin rumah mewah, ia juga bisa membelinya di kawasan elit. Berbagai kebutuhan maupun keinginan, bisa diwujudkan.
Salahkah bila kita mengharapkan itu semua? Berharap menjadi kaya?
Saudaraku, tidaklah salah jika seseorang bercita-cita menjadi kaya. Yang salah adalah jika ada yang menyatakan dan meyakini bahwa kekayaaan merupakan ukuran kemuliaan, dan kemiskinan adalah suatu kehinaan. Padahal, kekayaan dan kemiskinan adalah ujian dari Allah untuk hamba-hamba-Nya.
Islam mengajarkan kita untuk menjadi orang kaya. Rasulullah adalah seorang kaya raya. Demikian juga para sahabat. Selain kaya, mereka berprestasi sehingga dapat memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Namun, meskipun kaya tapi hidup mereka sederhana. Intinya, Rasulullah dan para sahabat tetap menjalankan kehidupan yang proporsional. Karena mereka tidak hanya mengejar kebahagiaan dunia, namun akhirat pun tetap menjadi tujuan hidupnya.
Ingatlah bahwa semua kekayaan yang ada di dunia ini adalah milik Allah. Sebagai hamba-Nya, kita harus dapat memanfaatkannya. Pertama, kita mendapatkannya dengan cara yang halal. Kedua, membelanjakannya dengan cara yang halal juga. Ketiga, adanya harapan bahwa semua yang telah kita lakukan mendapat ridha dari Allah SWT, termasuk kekayaan yang dimiliki menjadi barakah. Yaitu kekayaan yang membuat pemiliknya merasa qana’ah (puas dan merasa cukup), memiliki batin yang tenang dan membawa pemiliknya menjadi lebih nulia daripada kekayaan yang dimiliki.
Insya Allah, dengan begitu kekayaan dapat digunakan utnuk meraih kebahagian dunia dan akhirat. Caranya, harta tersebut hendaknya dibelanjakan di jalan Allah melalui zakat, infak dan shadaqah. Sebaliknya, bila kekayaan dibelanjakan hanya untuk kesenangan hawa nafsu semata, maka pemiliknya tidak akan merasa puas, tidak tenteram, dan yang lebih parah lagi, ia menjadi terhina karena kekayaan yang dimilikinya.
Read more / Selengkapnya...
Label: AGAMA
Sabtu, September 27, 2008
Mengapa Al-Quran Diturunkan Berbahasa Arab?
Barangkali ada sebagian dari kita, termasuk kaum muslimin, masih muncul pertanyaan dalam dirinya:
Mengapa Al-Quran, wahyu Alloh yang diturunkan melalui Rasululloh Muhammad, menggunakan bahasa Arab sebagai mediatornya?
Mengapa bukan Bahasa Inggris, yang notabene saat ini merupakan bahasa terbesar di dunia? Atau Bahasa Indonesia, atau Bahasa Jawa?
Pada prinsipnya pastilah Alloh yang Maha Sempurna mempunyai alasan yang bagus mengenai masalah ini, yang di luar kemampuan dan pengetahuan kita. Namun artikel berikut ini mudah-mudahan dapat sedikit menjawab pertanyaan di atas. Artikel ini penulis kutip dari artikel “tanya jawab ustadz” di situs eramuslim.com dengan sedikit modifikasi, dengan tujuan efisiensi tempat, namun insya Alloh tidak mengurangi isinya. Semoga bermanfaat.
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Mengapa Al-Qur’an berbahasa Arab?
Alasannya pastilah terkait dengan karakteristik Al-Qur’an itu sendiri, sehingga bahasa lain dianggap tidak layak digunakan oleh Al-Qur’an . Maka untuk menjawabnya, kita perlu tahu karakteristik Al-Qur’an itu sendiri.
1. Al-Qur’an untuk Semua Manusia
Berbeda dengan kitab suci agama sebelum Islam yang diperuntukkan khusus kepada kalangan terbatas , Al-Qur’an diperuntukkan untuk seluruh makhluk melata yang bernama manusia. Maka bahasa yang digunakan Al-Qur’an haruslah bahasa yang punya posisi strategis bagi semua bangsa manusia. Dan bahasa itu adalah bahasa arab dengan sekian banyak alasannya. Di antaranya:
a. Bahasa arab adalah bahasa tertua di dunia.
Sebagian ahli sejarah bahasa mengatakan bahwa Nabi Adam as dan istrinya Hawwa adalah manusia yang pertama kali menggunakan bahasa Arab . Sebab mereka diciptakan di dalam surga, dimana ada dalil yang menyebutkan bahwa bahasa penduduk surga adalah bahasa arab. Ketika Adam as menjejakkan kaki pertama kali di permukaan planet bumi, maka bahasa yang dilafadzkannya tentu bahasa arab.
Kalau kemudian anak-anak Adam berkembang biak dan melahirkan jutaan bahasa yang beragam di muka bumi, semua berasal dari bahasa arab. Jadi bahasa arab memang induk dari semua bahasa yang dikenal umat manusia. Wajar pula bila Al-Qur’an yang diperuntukkan untuk seluruh umat manusia menggunakan bahasa yang menjadi induk semua bahasa umat manusia.
b. Bahasa Arab Paling Banyak Memiliki Kosa Kata
Sebagai induk dari semua bahasa di dunia dan tetap digunakan umat manusia hingga hari ini, wajar pula bila bahasa Arab memiliki kosa kata dan perbendaharaan yang sangat luas dan banyak. Bahkan para ahli bahasa Arab menuturkan bahwa bahasa Arab memiliki sinonim yang paling menakjubkan . Kata unta yang dalam bahasa Indonesia hanya ada satu padanannya, ternyata punya 800 padanan kata dalam bahasa arab, yang semuanya mengacu kepada satu hewan unta. Sedangkan kata ‘anjing’ memiliki 100-an padanan kata.
Fenomena seperti ini tidak pernah ada di dalam bahasa lain di dunia ini. Dan hanya ada di dalam bahasa arab, karena faktor usia bahasa arab yang sangat tua, tetapi tetap masih digunakan sebagai bahasa komunikasi sehari-hari hingga hari ini. Dengan alasan ini maka wajar pula bila Alloh SWT memilih bahasa arab sebagai bahasa yang dipakai di dalam Al-Qur’an.
2. Al-Qur’an Berlaku Sepanjang Masa
Berbeda dengan kitab suci agama lain yang hanya berlaku untuk masa yang terbatas , Al-Qur’an sebagai kitab suci diberlakukan untuk masa waktu yang tak terhingga, bahkan sampai datangnya kiamat. Maka bahasa yang digunakan Al-Qur’an haruslah bahasa yang tetap digunakan oleh umat manusia sepanjang zaman.
Kenyataannya, sejarah manusia belum pernah mengenal sebuah bahasa pun yang tetap eksis sepanjang sejarah . Setiap bahasa punya usia, selebihnya hanya tinggal peninggalan sejarah. Bahkan bahasa Inggris sekalipun masih mengalami kesenjangan sejarah. Maksudnya, bahasa Inggris yang digunakan pada hari ini jauh berbeda dengan bahasa yang digunakan oleh orang Inggris di abad pertengahan. Kalau Ratu Elizabeth II masuk ke lorong waktu dan bertemu dengan ‘mbah buyut’-nya, King Arthur, yang hidup di abad pertengahan, mereka tidak bisa berkomunikasi, meski sama-sama penguasa Inggris di zamannya. Mengapa?
Karena meski namanya masih bahasa Inggris, tapi kenyataannya bahasa keduanya jauh berbeda. Karena setiap bahasa mengalami perkembangan, baik istilah maupun grammar-nya. Setelah beratus tahun kemudian, bahasa itu sudah jauh mengalami deviasi yang serius.
Yang demikian itu tidak pernah terjadi pada bahasa Arab. Bahasa yang diucapkan oleh nabi Muhammad SAW sebagai orang arab yang hidup di abad ke-7 masih utuh dan sama dengan bahasa yang dipakai oleh Raja Abdullah, penguasa Saudi Arabia di abad 21 ini. Kalau seandainya keduanya bertemu dengan mesin waktu, mereka bisa ‘ngobrol ngalor ngidul’ hingga subuh dengan menggunakan bahasa arab.
Dengan kenyataan seperti ini, wajarlah bila Alloh SWT memilih bahasa arab sebagai bahasa Al-Qur’an Al-Kariem yang abadi. Kalau tidak, boleh jadi Al-Qur’an sudah musnah seiring dengan musnahnya bahasanya.
3. Al-Qur’an Mengandung Informasi yang Padat
Diantara keistimewaan bahasa arab adalah kemampuannya menampung informasi yang padat di dalam huruf-huruf yang singkat. Sebuah ungkapan yang hanya terdiri dari dua atau tiga kata dalam bahasa arab, mampu memberikan penjelasan yang sangat luas dan mendalam. Sebuah kemampuan yang tidak pernah ada di dalam bahasa lain.
Makanya, belum pernah ada terjemahan Al-Qur’an yang bisa dibuat dengan lebih singkat dari bahasa arab aslinya. Semua bahasa umat manusia akan bertele-tele dan berpanjang-panjang ketika menguraikan isi kandungan tiap ayat. Sebagai contoh, lafadz ‘ain dalam bahasa arab artinya ‘mata’, ternyata punya makna lain yang sangat banyak. Kalau kita buka kamus dan kita telusuri kata ini, selain bermakna mata juga punya sekian banyak makna lainnya. Di dalam kamus kita mendapati makna lainnya, seperti manusia, jiwa, hati, mata uang logam, pemimpin, kepala, orang terkemuka, macan, matahari, penduduk suatu negeri, penghuni rumah, sesuatu yang bagus atau indah, keluhuran, kemuliaan, ilmu, spion, kelompok, hadir, tersedia, inti masalah, komandan pasukan, harta, riba, sudut, arah, segi, telaga, pandangan, dan lainnya.
Bahasa lain tidak punya makna yang sedemikian padat yang hanya terhimpun dalam satu kata dan hurufnya hanya ada tiga. Dan wajar pula bila Alloh SWT berkenan menjadi bahasa arab sebagai bahasa untuk firman-Nya yang abadi.
4. Al-Qur’an Harus Mudah Dibaca dan Dihafal
Sesuai dengan fungsi Al-Qur’an yang salah satunya sebagai pedoman hidup pada semua bidang kehidupan, Al-Qur’an harus berisi beragam materi dan informasi sesuai dengan beragam disiplin ilmu. Dan kita tahu bahasa dan istilah yang digunakan di setiap disiplin ilmu pasti berbeda-beda. Dan sangat boleh jadi seorang yang ahli di dalam sebuah disiplin ilmu akan menjadi sangat awam bila mendengar istilah-istilah yang ada di dalam disiplin ilmu lainnya.
Dan kalau beragam petunjuk yang mencakup beragama disiplin ilmu itu harus disatukan dalam sebuah kitab yang simpel, harus ada sebuah bahasa yang mudah, sederhana tapi tetap mengandung banyak informasi penting di dalamnya. Bahasa itu adalah bahasa Arab. Karena bahasa Arab mampu mengungkapkan beragam informasi dari beragam disiplin ilmu, namun tetap cair dan mudah dimengerti. Dan saking mudahnya, bahkan bisa dihafalkan di luar kepala.
Salah satu karakteristik bahasa Arab adalah mudah untuk dihafalkan, bahkan penduduk gurun pasir yang tidak bisa baca tulis pun mampu menghafal jutaan bait syair. Dan karena mereka terbiasa menghafal apa saja di luar kepala, sampai-sampai mereka tidak terlalu butuh lagi dengan alat tulis atau dokumentasi. Kisah cerita yang tebalnya berjilid-jilid buku, bisa digubah oleh orang arab menjadi jutaan bait puisi dalam bahasa arab dan dihafal luar kepala dengan mudah. Barangkali fenomena ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan tulis menulis kurang berkembang di kalangan bangsa arab saat itu. Buat apa menulis, kalau semua informasi bisa direkam di dalam otaknya?
Maka sangat wajar kalau Alloh SWT menjadikan bahasa arab sebagai bahasa Al-Qur’an.
5. Al-Qur’an Harus Indah dan Tidak Membosankan
Salah satu keunikan bahasa arab adalah keindahan sastranya tanpa kehilangan kekuatan materi kandungannya. Sedangkan bahasa lain hanya mampu salah satunya. Kalau bahasanya indah, kandungan isinya menjadi tidak terarah. Sebaliknya, kalau isinya informatif maka penyajiannya menjadi tidak asyik diucapkan.
Ada sebuah pintu perlintasan kereta api yang modern di Jakarta. Setiap kali ada kereta mau lewat, secara otomatis terdengar rekaman suara yang membacakan peraturan yang terkait dengan aturan perlintasan kereta. Awalnya, masyarakat senang mendengarkannya, tapi ketika setiap kali kereta mau lewat, suara itu terdengar lagi, maka orang-orang menjadi jenuh dan bosan. Bahkan mereka malah merasa terganggu dengan rekaman suara itu. Ada-ada saja komentar orang kalau mendengar rekaman itu berbunyi secara otomatis.
Tapi lihatlah surat Al-Fatihah, dibaca orang ribuan kali baik di dalam shalat atau di luar shalat, belum pernah ada orang yang merasa bosan atau terusik ketika diperdengarkan. Bahkan bacaan Al-Qur’an itu begitu sejuk di hati, indah dan menghanyutkan. Itu baru pendengar yang buta bahasa arab. Sedangkan pendengar yang mengerti bahasa arab, pasti ketagihan kalau mendengarnya.
Tidak ada satu pun bahasa di dunia ini yang bisa tetap terdengar indah ketika dibacakan, namun tetap mengandung informasi kandungan yang kaya, kecuali bahasa arab. Maka wajarlah bila Alloh SWT berfirman dengan bahasa arab.
Apa yang kami sampaikan ini baru sebagai kecil dari sekian banyak hikmah diturunkannya Al-Qur’an dengan bahasa arab. Kita tidak tahu apa jadinya bila Al-Qur’an ini tidak berbahasa arab. Mungkin bisa jadi Al-Qur’an hanya ada di musium saja.
وَلَوْ جَعَلْنَاهُ قُرْآناً أَعْجَمِيّاً لَّقَالُوا لَوْلَا فُصِّلَتْ آيَاتُهُ أَأَعْجَمِيٌّ وَعَرَبِيٌّ قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاء وَالَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ فِي آذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى أُوْلَئِكَ يُنَادَوْنَ مِن مَّكَانٍ بَعِيدٍ
Dan jikalau Kami jadikan al-Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan, “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?… . [QS. Fushshilat: 44]
Wallohu a’lam bish-showab, Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Read more / Selengkapnya...
Label: AGAMA
MUTIARA HIKMAH
- Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. [Q.S. Al-‘Ashr: 1-3]
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Alloh mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. [QS Al-Baqarah: 216]
Hiduplah sesukamu tapi engkau pasti mati; berbuatlah sesukamu tapi pasti engkau dibalas (menurut perbuatanmu itu); cintailah siapa saja tapi engkau pasti akan berpisah dengannya. [Nasihat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW – Sahl bin Said]
Barang siapa bersholat dalam sehari-harinya duabelas rekaat maka dibangunlah untuknya sebuah rumah di surga; yaitu empat rekaat sebelum Dhuhur, dua rekaat sesudahnya, dua rekaat sesudah Maghrib, dua rekaat sesudah Isya’ dan dua rekaat sebelum shalat Fajar. [HR. Turmudzi]
Kita cela zaman ini, padahal cela ada pada kita. Tak ada cela pada zaman kita selain dari diri kita. Kita hina zaman yang tak berdosa. Andai zaman ini berbicara ia akan menghina kita. [Imam Syafi'i]
Nikahilah wanita karena 4 perkara: karena harta bendanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Utamakanlah wanita yang taat kepada agamanya, niscaya kamu akan bahagia. [HR. Abu Hurairah ra.]
Ingat 5 perkara sebelum datang 5 perkara:
Sehat sebelum sakit;
Muda sebelum tua;
Kaya sebelum miskin;
Lapang sebelum sempit;
Hidup sebelum Mati. [Hadist]
Alloh seperti apa yang diprasangkakan manusia kepada-Nya. [Hadist Qudsi]
Kami dapat merasakan kenikmatan dalam hidup, ketika kami mampu bersabar. [Umar bin Khaththab ra.]
Barang siapa mengenal sesuatu tapi tidak mengenal Alloh, seolah-olah ia tidak tahu apa-apa. [Ali bin Abu Tholib ra.]
Aku tidak peduli keadaan susah dan senangku. Karena aku tak tahu, manakah di antara keduanya itu yang lebih baik bagiku. [Umar bin Khatab ra.]
Barang siapa yang tergesa-gesa ingin memetik sesuatu sebelum saatnya, niscaya ia akan dihukumi dengan kegagalan mendapatkannya. [Anonim]
Dalam hidup ini hendaknya kita mengejar yang pasti (masa depan sesudah mati) tanpa mengabaikan yang mungkin (masa depan sebelum mati). Ibarat jika menanam padi kita akan mendapat padi dan rumput, sedangkan jika menanam rumput, belum tentu kita mendapat rumput, apalagi padi. [Anonim]
Berusahalah memahami orang lain dengan menempatkan diri kita sendiri pada posisi orang yang bersangkutan –> Teknik Empati. [Anonim]
Proyeksikanlah kegiatan-kegiatan kita dalam rencana-rencana, karena gagal merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan. [Anonim]
Beritahu aku siapa temanmu, akan kuberitahu siapa dirimu! [Anonim]
Orang sukses mempunyai kebiasaan mengerjakan hal-hal yang tidak dikerjakan oleh orang-orang gagal. Mereka (orang-orang sukses) belum tentu suka mengerjakannya. Namun ketidaksukaan mereka tunduk pada kekuatan tujuan mereka. [Stephen Covey dalam The 7 Habits]
Orang yang sangat pandai memuji juga sama pandainya jika mengolok-olok. [Anonim]
Janganlah kita melihat tokoh dalam mencari kebenaran, tetapi selamilah kebenaran itu sendiri niscaya kita akan mengetahui siapa tokoh di baliknya. [Anonim]
Jangan biasakan berprasangka, sebab sebagian besar prasangka adalah dusta. [Anonim]
Dalam berusaha lihatlah orang yang nasibnya lebih bagus dari kita (orang di atas kita), namun dalam hasil lihatlah orang yang nasibnya lebih buruk dari kita (orang di bawah kita). [Anonim]
Aku telah belajar untuk diam dari orang yang banyak omong, belajar toleran dari orang yang tidak toleran, dan belajar menjadi ramah dari orang yang tak ramah; namun, sungguh aneh, aku tak berterima kasih pada orang-orang ini. [Anonim]
Siapa orang yang dikatakan teguh hati? Yaitu orang yang memelihara apa yang dimiliki dan tidak menunda kesibukan hari ini pada hari esok [Anonim]
Balas dendam itu buruk, kecuali “balas dendam” mengejar ketertinggalan Anda. [Anonim]
Cara yang paling baik untuk menghadapi masa depan adalah melaksanakan semua pekerjaan yang Anda hadapi sekarang ini dengan seluruh tenaga, semangat, dan kecakapan (keahlian) sesempurna-sempurnanya. [Anonim]
Jangan percaya dengan keberuntungan Anda, percaya dengan usaha Anda. [Anonim]
Jangan tunggu termotivasi baru berbuat. Berbuatlah! Niscaya Anda termotivasi. [Anonim]
Belajarlah dari tubuh Anda sendiri yang terus tumbuh berkembang tanpa ada yang mampu menghalangi. [Anonim]
Kegagalan dapat dibagi menjadi 2 sebab. Yakni, orang yang berpikir tapi tidak pernah bertindak dan orang yang bertindak tapi tidak pernah berpikir. [Anonim]
Abu ‘aliyah menyiapkan kain kaffan untuk dirinya sebagai persiapan menghadapi hari akhir. Dan ia memakai kain kaffannya sebulan sekali kemudian ia kembali bekerja.
Saya tidak tahu kunci sukses, tetapi kunci kegagalan adalah mencoba menyenangkan setiap orang. [Anonim]
Kapal di pelabuhan adalah aman, tetapi bukan itu maksud kapal dibuat. [Anonim]
Terlalu lama hanyut dalam kejenuhan berarti terlalu lama hanyut dalam kubangan kegagalan. [Anonim]
Anda punya gagasan cemerlang. Namun jika Anda tidak dapat menyampaikan gagasan, gagasan Anda tidak akan beranjak kemanapun. [Anonim]
Perbedaan semangat dan tergesa-gesa amat tipis. Semangat memiliki rencana, tergesa-gesa tidak. [Anonim]
Tangkal semua kebathilan dengan SHOLAT. Inilah perintah yang diterima Rasulullah saw. langsung dari Alloh swt. ketika beliau melakukan mi’roj. Dengan Sholat diharapkan kita dapat melakukan olah rasa, olah rasio, dan olah raga sekaligus. [Anonim]
Tipe/jenis manusia dilihat caranya beribadah kepada Alloh swt.:
Tipe pedagang, yaitu orang yang melakukan sesuatu demi memperoleh imbalan yang menyenangkan. Temasuk dalam kategori ini adalah orang yang taat kepada Alloh karena mengharapkan di akhirat kelak akan dimasukkan ke surga;
Tipe budak, yaitu seseorang yang takut kepada majikannya. Ia taat kepada Alloh karena dorongan takut siksa neraka;
Tipe robot, yaitu orang yang melakukan ibadah secara otomatis tanpa pemikiran dan penghayatan;
Tipe orang arif, yaitu orang yang beribadah sebagai balas jasa karena menyadari betapa besar anugerah Alloh yang telah diterima. (ibadah sebagai rasa syukur).
Label: AGAMA
Puasa karena allah bukan karena pacar
Definisi Puasa
Puasa ialah menahan diri dari makan, minum dan bersenggama (berhubungan suami-istri — zuh) mulai dari terbit fajar yang kedua sampai terbenamnya matahari.
Alloh Ta’ala berfirman, artinya ” …dan makan minumlah hingga terang bagimu benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempunakanlah puasa itu sampai (datang) malam…” (QS. al-Baqarah: 187)
Jadi puasa adalah ibadah yang dilaksanakan dengan jalan meninggalkan segala yang menyebabkan batalnya puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Puasa Romadhon wajib dikerjakan setelah terlihatnya hilal, atau setelah bulan Sya’ban genap 30 hari. Puasa Romadhon wajib dilakukan apabila hilal awal bulan Romadhon disaksikan seorang yang dipercaya.
Golongan Manusia dalam Berpuasa.
1. Puasa diwajibkan kepada setiap muslim, baligh, mampu dan bukan dalam keadaan musafir (bepergian).
2. Orang kafir tidak diwajibkan berpuasa dan jika ia masuk Islam tidak diwajibkan mengqodho’ (mengganti) puasa yang ditinggalkannya selama ia belum masuk Islam.
3. Anak kecil di bawah usia baligh tidak diwajibkan berpuasa, tetapi dianjurkan untuk dibiasakan berpuasa.
4. Orang gila tidak wajib berpuasa dan tidak dituntut untuk mengganti puasa dengan memberi makan, walau pun sudah baligh. Begitu pula orang yang kurang akalnya dan orang pikun.
5. Orang yang sudah tidak mampu untuk berpuasa disebabkan penyakit, usia lanjut, sebagai pengganti puasa ia harus memberi makan setiap hari satu orang miskin (membayar fidyah).
6. Bagi seseorang yang sakit dan penyakitnya masih ada kemungkinan untuk dapat disembuhkan, jika ia merasa berat untuk menjalankan puasa, maka dibolehkan baginya tidak berpuasa, tetapi harus mengqodho’nya setelah sembuh.
7. Wanita yang sedang hamil atau sedang menyusui jika dengan puasa ia merasa khawatir terhadap kesehatan dirinya dan anaknya, maka dibolehkan tidak berpuasa dan kemudian mengqodho’nya di hari yang lain.
8. Wanita yang sedang dalam keadaan haidh atau dalam keadaan nifas, tidak boleh berpuasa dan harus mengqodho’nya pada hari yang lain.
9. Orang yang terpaksa berbuka puasa karena hendak menyelamatkan orang yang hampir tenggelam atau terbakar, maka ia mengqodho’ puasa yang ditinggalkan itu pada hari yang lain.
10. Bagi musafir boleh memilih antara berpuasa dan tidak berpuasa. Jika memilih tidak berpuasa, maka ia harus mengqodho’nya di hari yang lain. Hal ini berlaku bagi musafir sementara, seperti berpergian untuk melaksanakan umrah, atau musafir tetap, seperti sopir truk dan bus (luar kota), maka bagi mereka boleh tidak berpuasa selama mereka tinggal di daerah (negeri) orang lain dan harus mengqodho’nya.
Beberapa Rukhshoh (Keringanan – zuh) yang Tidak Membatalkan Puasa.
1. Jika seseorang melakukan sesuatu perbuatan yang membatalkan puasa disebabkan lupa atau tidak mengerti atau pun tidak sengaja, maka puasanya tidak batal. Berdasarkan ayat, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah.” (QS. al-Baqarah : 286)
“Dan tiada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) adalah yang disengaja di hatimu.” (QS. al-Ahzab : 5)
2. Jika orang yang sedang berpuasa makan dan mimun karena ia yakin bahwa matahari telah terbenam, maka puasanya tidak batal; dan tidak batal pula puasa orang yang makan dan minum karena yakin bahwa fajar belum terbit (padahal yang sebenarnya waktu sahur telah habis, red).
3. Jika orang yang sedang berpuasa berkumur, lalu masuk sebagian air ke dalam tenggorokannya tanpa sengaja, maka puasanya tidak batal. Dan tidak batal puasa seseorang yang ketika tidur bermimpi (hingga keluar mani), karena tidak ada nash yang menyatakan hal tersebut batal.
Hal-hal yang Membatalkan Puasa
Hal-hal yang membatalkan puasa ada delapan:
1. Melakukan jima’ (hubungan intim suami istri) pada siang hari Romadhon bagi yang sedang berpuasa, maka wajib mengqodho’ puasanya dan membayar kafaroh mughollazhoh (denda berat) yaitu dengan memerdekakan seorang hamba sahaya. Jika tidak mendapatkan hamba sahaya maka wajib baginya berpuasa selama dua bulan berturut-turut. Dan jika tidak mampu, maka ia berkewajiban memberi makan enam puluh orang miskin.
2. Mengeluarkan air mani dengan cara onani atau masturbasi, mencium, memeluk, merangkul dan lain-lainnya.
3. Makan minum atau menghisap sesuatu, baik yang bermanfaat atau yang berbahaya seperti rokok.
4. Menyuntikkan obat yang dapat mengenyangkan dan dapat menahan rasa lapar, karena melakukan itu berarti sama dengan minum. Sedang menyuntikkan obat yang tidak mengenyangkan, maka hal tesebut tidak membatalkan puasa, walaupun disuntikkan pada otot atau urat nadi, baik terasa di kerongkongan atau tidak.
5. Keluar darah haidh dan nifas
6. Mengeluarkan darah dengan jalan hijamah (membekam) atau yang serupa. Sedang keluar darah dengan sendirinya atau karena mencabut gigi dan yang semisalnya, tidak membatalkan puasa, karena hal tersebut tidak termasuk dalam pengertian hijamah.
7. Muntah disengaja, tetapi jika muntah tanpa disengaja atau dibuat-buat, maka tidak batal puasanya.
8. Transfusi darah sebagai pengganti darah yang keluar, seperti seseorang yang sedang berpuasa terluka (kecelakaan dan sejenisnya) yang mengakibatkan keluarnya darah.
Beberapa Petunjuk Berkenaan dengan Masalah Puasa
1. Seorang yang dalam keadaan junub tetap harus berniat puasa, meskipun ia mandi janabah setelah terbit fajar (Shubuh).
2. Wanita yang suci dari haidh sebelum fajar tiba (bulan Romadhon), maka wajib berpuasa walaupun ia mandi besar setelah terbit fajar.
3. Seseorang yang sedang berpuasa dibolehkan mencabut gigi, mengobati luka atau menggunakan obat tetes mata/telinga.
4. Diperbolehkan bagi yang sedang berpuasa untuk bersiwak, baik diwaktu pagi maupun siang hari, bahkan itu termasuk sunnah Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam.
5. Untuk mengurangi rasa panas dan dahaga dibolehkan menggunakan AC atau air dingin untuk membasahi kepala.
6. Bagi penderita sesak nafas meskipun sedang berpuasa diperbolehkan menyemprot mulut dengan sesuatu (berupa udara/gas) yang dapat melonggarkan pernafasan.
7. Orang yang sedang berpuasa diperbolehkan membasahi bibir dengan air bila terasa kering dan juga diperbolehkan berkumur-kumur namun dengan syarat tidak tertelan.
8. Disunnahkan mengakhirkan sahur, hingga menjelang Fajar dan segera berbuka setelah matahari terbenam (Maghrib).Diutamakan berbuka dengan kurma rutab (kurma yang masak), jika tidak ada rutab dengan kurma yang lain, dan jika tidak ada korma bisa berbuka denga apa saja yang halal atau berbuka dengan minum air apabila tidak menjumpai makanan.
9. Orang yang sedang berpuasa sangat dianjurkan untuk memperbanyak amalan sunnah, seperti sholat sunnah, membaca al- Qur’an, berdzikir dan bershadaqah.
10. Bagi yang sedang berpuasa tetap diharuskan menjaga dan mengamalkan kewajiban-kewajiban yang lain serta menjauhi perbuatan-perbuatan harom.Hendaknya ia menjaga sholat dengan menjalankannya tepat pada waktunya dan berjama’ah di masjid bagi kaum pria.
11. Hendaknya selalu menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan tercela yang dapat menghapus pahala puasa seperti: Berdusta, berbuat curang, menipu, riba/rentenir, berbicara yang harom dan sebagainya.
Nabi sallAllohu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Barang siapa tidak meninggalkan perkataan sia-sia (palsu), perbuatan tak berguna dan kebodohan maka Alloh tidak butuh terhadap pusanya (berupa) meninggalkan makan dan minumnya.” (Muttafaq ‘alaih)
12. Berdo’a ketika berbuka:
اللهم لك صمت وعلي رزقك أفطرت سبحانك وبحمدك، اللهم تقبل مني إنك أنت السميع العليم
“Allohumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthortu, subhaanaka wa bihamdika, Allohumma taqabbal minnii, innaka antassamii’ul ‘aliim”
“Yaa Allah, untuk-Mu kami berpuasa dan dengan rizki-Mu kami berbuka. Yaa Allah, terimalah (amal-amal) kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”
Catatan!!! : Para ulama’ berbeda pendapat tentang pengamalan do’a ini. Diantara mereka tidak merekomendasikan pemakaian pengamalan do’a ini karena do’a tersebut bersumber dari hadits dengan sanad yang lemah. Tentang hadits ini Syaikh Nashiruddin al-Albani mengatakan, bahwa hadits ini mungkar jiddan. walllohu a’lamu bish showab. (Lihat, Silsilah Ahadits Dhoifah wal Maudhu’ah, no. 6996, -red.)
atau berdo’a
ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله
“dzahabadh dhoma u wab tallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Alloh” (HR. Abu Dawud no. 2357, ad-Daraquthni III/401 no. 2247, alhakim 1/422, Lihat Irwaa-ul Ghaliil IV/39 no. 920, Shahih Abi Dawud III/449 no.2066, hasan - zuh)
“Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insyaa Alloh.”
Keutamaan Puasa Romadhon
1. Dengan puasa Romadhon Alloh mengampuni dosa orang yang berpuasa dan memaafkan semua kesalahannya, Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Barang siapa berpuasa di bulan Romadhon karena iman dan mengharap pahala dari Alloh, maka Alloh mengampuni dosanya yang telah lalu”. (HR. al-Bukhori dan Muslim).
2. Puasa Romadhon tidak terhingga pahalanya, karena orang yang berpuasa akan mendapatkan pahala tanpa batas. Setiap muslim amalannya akan diganjar sebesar 10 hingga 700 kali lipat, kecuali puasa. Firman Alloh di dalam hadits qudsi,
“…Kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan mengganjarnya, ia menahan nafsu dan makan karena-Ku.” (HR. Muslim)
3. Puasa dapat membuka pintu syafa’at nanti pada hari Kiamat. Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Sesunggunya puasa dan bacaan al-Qur’an memberi syafa’at kepada pelakunya pada hari Kiamat. Puasa berkata, ”Ya Tuhanku aku telah menahan hasrat makan dan syahwatnya, maka berilah aku izin untuk memberikan syafa’at kepadanya. Berkata pula al-Qur’an, ”Wahai Tuhanku, aku telah menghalanginya dari tidur untuk qiyamullail, maka berilah aku izin untuk memberikan syafa’at kepadanya. Nabi bersabda, ”Maka keduanya diberikan izin untuk memberi syafaat.” (HR. Ahmad).
Segala puji hanya bagi Alloh, shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam, beserta para keluarga dan sahabatnya. Amin.
* * *
Sumber: Brosur tentang Puasa Romadhon, Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin, dan Risalah Romadhon, Dr Abdullah bin Jarulloh bin Ibrohim al-Jarulloh.
Disadur dari: situs dakwah AL-SOFWAH (www.alsofwah.or.id), dengan beberapa pengeditan.
Read more / Selengkapnya...
Label: AGAMA

